<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Unine</title>
	<atom:link href="http://iwantiyo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iwantiyo.wordpress.com</link>
	<description>Sounding in silence</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Aug 2009 14:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iwantiyo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Unine</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iwantiyo.wordpress.com/osd.xml" title="Unine" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iwantiyo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hidup menyendiri</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/08/25/hidup-menyendiri/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/08/25/hidup-menyendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 14:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Melihat orang tua dan renta belanja seorang diri di pasar adalah pemandangan agak janggal di Indonesia minimal buat saya. Tapi tidak demikian dengan situasi di sini, di southampton-UK hal yg demikian begitu jamak dan mungkin sudah menjadi biasa. Situasi kesendirian &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2009/08/25/hidup-menyendiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=136&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat orang tua dan renta belanja seorang diri di pasar adalah pemandangan agak janggal di Indonesia minimal buat saya. Tapi tidak demikian dengan situasi di sini, di southampton-UK hal yg demikian begitu jamak dan mungkin sudah menjadi biasa. Situasi kesendirian ini tidak lantas berubah  ketika  mereka kembali ke rumah, tinggal seorang diri tampa pasangan, anak dan saudara disekilling adalah situasi sehari-hari yang dijalani.</p>
<p>Lingkungan sosial pun demikian tidak jauh dari keadaan &#8220;sendiri&#8221;. Hidup adalah cukup sebatas luas rumah yg dimiliki selebihnya adalah wilayah privasi masing-masing orang. Kehidupan sosial lebih banyak terbangun dengan institusi resmi dari pemerintahan wilayah (council). Setiap masalah yg dihadapi tinggal menghubungi departemen-departemen di pemerintahan kota tampa perlu campur tangan dari tetangga sebelah kiri dan kanan. Jangan heran,  ketika ada seorang nenek telah meninggal beberapa hari di kamarnya, tetangganya pun tidak tau. Peristiwa terakhir memperkuat corak kehidupan sosial yg ada, ketika terjadi perkelahian teenager yg terjadi didepan rumah terpaksa harus di selesaikan sendiri oleh keluarga mereka dgn polisi tampa ada bantuan kanan-kiri dari tetangga meskipun itu sekedar melerai perkelahian anak-anak ini.</p>
<p>Buat saya pribadi dan keluarga situasi yg demikian membosankan. Kebiasaan hidup dalam lingkungan yg menjunjung tinggi &#8220;social responsibility&#8221; adalah alasannya. Rindu kami pada suasana kampung dan tegur sapa penuh makna. Segala sesuatu berat sama dipikul ringan sama di jinjing tentu menjadikan kehidupan lebih punya rasa dan makna.</p>
<p>Tentu saja saya pribadi tidak khawatir dengan kondisi disini, krn memang pilihan itulah yg mereka ambil dan pelihara sampai kini. Kekhawatiran terbesar sebenarnya terhadap adanya trend di indonesia untuk mengikuti apa yg ditumbuhkan disini. Orang sudah mulai tidak mau tau dan cenderung hidup individu, tolong menolong menjadi hal yg mahal utk dijadikan kebiasaan. Ketika situasi ini tumbuh pada akhirnya makna kehidupan akan tertabrak pada sesuatu yg tidak bercita-cita dan hilang pula atmosfer kehidupan abadi sebagaimana yg diyakini oleh sebagian besar masyarkat Indonesia yg religius.</p>
<p>So, it&#8217;s time to say stop and back to our nature as truly asian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=136&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/08/25/hidup-menyendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Layanan Paspor Online&#8230;</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/02/26/layanan-paspor-online/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/02/26/layanan-paspor-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 14:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah terobosan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dengan membuka layanan pembuatan paspor online. Bagi anda yang berencana membuat paspor tidak ada salahnya untuk mencoba layanan baru ini dengan mengakses www.imigrasi.go.id. Selanjutnya klik icon bertuliskan &#8220;Layanan Paspor Online&#8221; pada bagian pojok &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2009/02/26/layanan-paspor-online/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=128&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah terobosan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dengan membuka layanan pembuatan paspor online. Bagi anda yang berencana membuat paspor tidak ada salahnya untuk mencoba layanan baru ini dengan mengakses <a href="http://www.imigrasi.go.id">www.imigrasi.go.id</a>. Selanjutnya  klik icon bertuliskan <strong>&#8220;Layanan Paspor Online&#8221; </strong>pada bagian pojok kanan bawah dan isi form yang tersedia. Ikuti prosesnya sampai selesai.</p>
<p>Saya sendiri belum pernah menguji realibilitas dari sistem baru ini termasuk   efektifitas di lapangan dibandingkan sistem manual yang selama ini dijalankan. Misalnya terhidar dari calo yang banyak berkong kalikong dengan orang dalam (baca: ironi birokrasi). Tapi apa salahnya mencoba khususnya bagi anda yang memiliki akses yang baik ke jaringan internet. At least menghemat waktu pergi ke kantor imigrasi hanya untuk mengambil formulir aplikasi.Ok selamat mencoba.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=128&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/02/26/layanan-paspor-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu pertanyaan , berbagai jawaban</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/01/27/satu-pertanyaan-berbagai-jawaban/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/01/27/satu-pertanyaan-berbagai-jawaban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 07:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Biarpun bergenre humor, sebuah pertanyaan tentang &#8220;Kenapa ayam menyeberang jalan?&#8221; dengan berbagai jawaban yang diperoleh menarik untuk disimak. Jawaban mana yang benar menjadi tidak penting karena masing-masing jawaban mewakili siapa dan bagaimana pandangan mareka mengenai sebuah persoalan yang sama. Humor &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2009/01/27/satu-pertanyaan-berbagai-jawaban/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=124&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biarpun bergenre humor, sebuah pertanyaan tentang &#8220;Kenapa ayam menyeberang jalan?&#8221; dengan berbagai jawaban yang diperoleh menarik untuk disimak. Jawaban mana yang benar menjadi tidak penting karena masing-masing jawaban mewakili siapa dan bagaimana pandangan mareka mengenai sebuah persoalan yang sama. Humor ini saya kutip dari sebuah milis alumni. Sengaja di posting di blog ini karena biarpun humor  menurut saya relevan dan menarik dalam membantu memahami kenapa begitu ruwet bangsa ini dalam menjawab persoalan bangsa yang itu-itu aja. Tahu kan persoalan bangsa yang itu-itu aja?</p>
<p><strong>Kenapa Ayam Menyeberang Jalan?</strong></p>
<p>Jawaban dari:</p>
<p>Guru TK: <em>Supaya sampai ke ujung jalan.<br />
</em><br />
PLATO: <em>Untuk mencari kebaikan yang lebih baik</em>.</p>
<p>POLISI: <em>Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa</em>.</p>
<p>ARISTOTELES: <em>Karena merupakan sifat alami dari ayam.</em><br />
<span id="more-124"></span><br />
MARTIN LUTHER KING, JR: <em>Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskansemua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.</em></p>
<p>MACHIAVELLI: <em>Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang<br />
peduli kenapa! Akhir dari penyeberanganlah yang akan menentukan<br />
motivasi ayam itu.</em></p>
<p>FREUD: <em>Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu<br />
menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.<br />
</em><br />
GEORGE W.BUSH: <em>Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! kami<br />
cuma ingin tahu apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apakah<br />
dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!<br />
</em><br />
DARWIN: <em>Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah<br />
melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami<br />
tereliminasi dengan menyeberang jalan.</em></p>
<p>EINSTEIN: <em>Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak<br />
dibawah ayam itu? Itu semua tergantung pada sudut pandang kita<br />
sendiri.</em></p>
<p>NELSON MANDELA: <em>Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa<br />
menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati.<br />
</em><br />
THABO MBEKI: <em>Kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi<br />
antara ayam dan jalan</em>.</p>
<p>ISAAC NEWTON: <em>Semua ayam di bumi ini akan menyeberang jalan secara<br />
tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang<br />
seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak<br />
seimbang dari arah berlawanan.</em></p>
<p>LB. MOERDANI: <em>Selidiki! Apakah ada unsur subversif?<br />
</em><br />
SUTIYOSO: <em>Itu ayam pasti ingin naik busway.</em></p>
<p>SOEHARTO: <em>Ayam-ayam mana yang hendak menyebrang, tak gebuk semua! Kalo<br />
perlu disukabumikan saja.<br />
</em><br />
HARMOKO: <em>Ayam menyeberang jalan itu sudah sesaui dengan petunjuk dari<br />
Bapak presiden.<br />
</em><br />
HABIBIE: <em>Ayam menyeberang jalan karena ayam bukan pesawat terbang yang<br />
bisa terbang.</em></p>
<p>Desi Ratnasari:<em> No comment!</em></p>
<p>Julia Perez: <em>Memangnya kenapa kalau ayam itu menyeberang jalan? Karena<br />
sang jantan ada disana, daripada sang betina sendirian diseberang<br />
sini, yaaahhhh dia kesana laahh&#8230;cape kan pake alat bantu terus?</em></p>
<p>BUNG KARNO: <em>Memangnya kenapa kalau ayam itu menyeberang jalan? Karena<br />
sang betina ada disana, punya betina banyak kan boleh2 saja.<br />
</em><br />
Roy Marten:<em> Ayam itu kan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf..</em></p>
<p>MEGAWATI: <em>Ayamnya pasti wong cilik. Dia jalan kaki toh.</em></p>
<p>Gus Dur: <em>Kenapa ayam menyeberang jalan? Ngapain dipikirin! Gitu aja<br />
kok repot!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=124&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2009/01/27/satu-pertanyaan-berbagai-jawaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu 2009&#8230;</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/23/pemilu-2009/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/23/pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 19:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Bulan desember, menjelang akhir tahun 2008 dan sebentar lagi kita akan bertemu dengan tahun 2009. Tahun depan adalah tahun pesta demokrasi buat rakyat indonesia. Ditahun itulah para pemimpin eksekutif dan anggota legislatif dipilih untuk menunaikan kewajibannya terhadap rakyat dalam 5 &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/23/pemilu-2009/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=114&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan desember, menjelang akhir tahun 2008 dan sebentar lagi kita akan  bertemu dengan tahun 2009. Tahun depan adalah tahun pesta demokrasi buat rakyat indonesia. Ditahun itulah para pemimpin eksekutif dan anggota legislatif dipilih untuk menunaikan kewajibannya terhadap rakyat dalam 5 tahun mendatang. Para pelaku politik mulai sibuk berancang-ancang mengerahkan segenap usahanya dalam mengatur strategi terbaik demi menarik simpati masyarakat. Banyak isu yang diusung, mulai pasangan presiden, ideologi dan program partai:syariah atau nasionalis-pancasialis, sampai pada titik berat keberpihakan terhadap kelompok tertentu: petani,pebisnis, guru, buruh,pekerja seni, dsb.<span id="more-114"></span></p>
<p>Berbagai polling dan survei juga telah banyak dilansir. Tak kurang dari lembaga <a href="http://www.lsi.or.id/riset">LSI</a>, Litbang kompas, LP3ES dan litbang internal dari partai-partai peserta pemilu itu sendiri mulai menyampaikan hasilnya berikut intepretasi dalam bentuk gambaran politik yang bersifat <em>alert</em> dan opini bagi mereka pelaku politik dan sekaligus masyarakat luas. Ada yang percaya dengan hasil survei ini tapi banyak juga yang pesimis terhadap tingkat akurasinya dalam menentukan hasil akhir peta politik indonesia secara real.</p>
<p>Dari kesemuanya itu, ada satu isu yang terus mengemuka dalam konteks demokrasi di Indonesia yaitu GOLPUT sebagai representasi bagi mereka yang menarik diri tidak ikut serta dalam memberikan suara pada saat pencoblosan. Bila memperhatikan pilkada-pilkada yang telah dilakukan sebelumnya dan dari beberapa survei yang telah dilakukan tingkat Golput cenderung meningkat. Mungkin saja ini gambaran sikap apatis masyarakat tentang bangsa ini bahwa mereka tidak dapat menarik manfaat positif dari pesta demokrasi yang telah dilakukan. Bagaimana tidak, mereka yang terpilih sulit diharapkan bisa melayani masyarakat seperti yang dijanjikan selama kampanye berlangsung.  Pendek kata mau ada pemilu atau tidak nyata-nyata kehidupan tidak ada perubahan bahkan hidup makin susah terhimpit oleh kepentingan individu/kelompok dan kepentingan global.</p>
<p>Tapi, setiap pilihan tentu harus ada landasan yang mendasarinya. Harus ada sikap sadar terhadap setiap pilihan yang dilakukan. Kalo Golput memang menjadi ikhtiar sebagai bentuk tanggung jawab terhadap chaos yang terjadi di negeri ini maka buktikan bahwa kita berhasil menjadi individu yang memberikan alternatif-alternatif kehidupan. Minimal tidak merepotkan orang lain dalam menopang kehidupan berikutnya. Jangan sampai terbalik, sudah golput, menyusahkah orang lain dan masyarakat lalu ujungnya menyalahkan Pemerintah dan DPR yang tidak peduli pada nasib kita. Kalo terakhir yang terjadi maka tidak ada logika yang bersambung terhadap pilihan golput yang diambil.</p>
<p>Salam memilih&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=114&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/23/pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Energy Harvesting from every where</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/22/energy-harvesting-from-every-where/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/22/energy-harvesting-from-every-where/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 23:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Energi adalah kekal telah lama diyakini orang. Sebagaimana mengacu pada hukum kekekalan energi dan hukum pertama termodinamika yang menyatakan bahwa energi tidak dapat dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Hukum &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/22/energy-harvesting-from-every-where/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=50&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3509278/2/istockphoto_3509278-alternative-energy.jpg" alt="" width="228" height="228" />Energi adalah kekal telah lama diyakini orang. Sebagaimana mengacu pada hukum kekekalan energi  dan hukum pertama termodinamika yang menyatakan bahwa energi tidak dapat dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Hukum alam  inilah yang memotivasi manusia untuk terus berusaha  memanfaatkan energi yang ada disekitar baik  terbuang secara percuma maupun yang belum termanfaatkan untuk menjadi sumber energi baru yang berguna bagi kehidupan. Semangat pencarian energi baru makian mencuat karena juga didorong oleh situasi global yang mengindikasikan cadangan energi fosil (khususnya minyak bumi) makin lama makin menipis karena sifatnya yang tak terbarukan.<span id="more-50"></span></p>
<p>Menyangkut pencarian energi, dengan akal dan pikirannya manusia terus berusaha merespon segala persoalan yang muncul akibat keterbatasan daya dukung bumi dengan seefisien dan se-efektif mungkin. Mulai dari <a href="http://www.howstuffworks.com/solar-cell.htm" target=" ">sel surya</a> yang berusaha memanfaatkan energi matahari yang berlimpah ruah untuk menjadi energi listrik, <a href="http://www1.eere.energy.gov/windandhydro/wind_how.html" target=" ">kincir angin</a> yang memanfaatkan hembusan angin untuk memutar sebuah kincir raksasa yang terhubung dengan generator listrik. Tak ketinggalan, potensi laut pun yang luasnya 2/3 dari bumi juga telah dimanfaatkan. Beberapa teknologi yang berhubungan dengan penggunaan laut sebagai sumber energi misalnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wave_power" target=" ">energi ombak laut</a> dan <a href="http://www.newscientist.com/article/mg20026771.800" target=" ">energi pasang-surut air laut</a>. Demikian pula dengan <a href="http://www.howstuffworks.com/nuclear-power.htm" target=" ">teknologi nuklir </a> yang terkenal efisien dalam menghasilkan energi dalam jumlah besar yang diperoleh melalui nuclear fission.Tidak sebatas itu saja, usaha-usaha lain dalam rangka menemukan energi alternatif dengan konsep hybrid juga dilakukan. Misalnya konsep <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hybrid_vehicle" target=" ">hybrid vehicle</a> yang diterapkan dalam kendaraan bermotor  yaitu sebuah konsep yang dapat diterjemahkan secara singkat sebagai penggunaan dua sumber energi atau lebih yang berbeda untuk menggerakkan unit transportasi.</p>
<p>Contoh-contoh diatas dikategorikan sebagai macro energy. Untuk kategori micro-energy beberapa tahun ini juga telah giat dilakukan riset mengenai energy harvesting dari energy yang ada dilingkungan (<em>ambient energy</em>) misalnya dari cahaya, getaran, gelombang electromagnetic, panas dsb. Perkembangan terakhir, termotivasi oleh kebutuhan untuk menyediakan catu daya bagi jaringan sensor dan divais-divais bergerak tampa menggunakan battery maka telah dimulai pemanenan energi dari panas dan vibrasi. Sebagai contoh, dengan memanfaatkan gerak manusia (<em>motion</em>) beberapa peneliti berusaha memanfaakannya vibrasi periodik skala rendah untuk mencatu alat-alat elektronik bercatu daya rendah seperti mobile gadget,  <a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2007/07/070706114357.htm target=">wireless</a> maupun <a href="http://www.eetimes.eu/semi/196701048" target=" "> medical implant</a>. Begitu pula, bentuk-bentuk getaran yang lain dimanfaatkan untuk mencatu sensor-sensor yang diperlukan untuk pengawasan dari sebuah sistem yang melibatkan banyak sensor, misalnya untuk monitoring beban jembatan akibat laju kendaraan yang melintasinya(<em><a href="http://www.intelligent-systems.info/bridge.htm" target=" ">harvesting bridge energy</a></em>). Trend teknologi semacam ini lazim disebut Energi harvesting vibration atau Vibration Energy Scavenging yang secara lateral bisa diartikan sebagai &#8220;memanen&#8221; energi dari getaran. Buat kawan-kawan yang tertarik dan ingin mengetahui <em>state of the art</em> dari teknologi ini  dapat membaca artikel yang ditulis oleh <a href="http://www.iop.org/EJ/article/0957-0233/17/12/R01/mst6_12_r01.pdf?request-id=03baeace-6465-4e3e-b98c-9b6ce5542e71" target=" "> Steve Beeby </a> dari University of southampton.</p>
<p>Jadi ternyata benar, salah jika mengatakan jumlah energi terbatas. Sebaliknya energi di alam semesta ini berlimpah ruah dan tergantung kemampuan kita dalam melihat dengan jeli sumber energi yang potensial dan &#8220;memanen&#8221;nya untuk kebutuhan hidup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=50&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/12/22/energy-harvesting-from-every-where/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3509278/2/istockphoto_3509278-alternative-energy.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan masa depan&#8230;</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/11/04/proses-dan-masa-depan/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/11/04/proses-dan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 18:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Teman saya bercerita tentang dua temannya yang saat ini sukses (baca: kaya dan hidup berkecukupan). Temannya itu adalah teman sekelas ketika sekolah. Waktu itu oleh kebanyakan orang, keduanya dikategorikan orang yang &#8220;tidak&#8221; terlalu sukses dalam mengikuti pelajaran dan terhitung sering &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/11/04/proses-dan-masa-depan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=34&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman saya bercerita tentang dua temannya yang saat ini sukses (baca: kaya dan hidup berkecukupan). Temannya itu adalah teman sekelas ketika sekolah. Waktu itu oleh kebanyakan orang, keduanya dikategorikan orang yang &#8220;tidak&#8221; terlalu sukses dalam mengikuti pelajaran dan terhitung sering mendapat ancaman tidak naik kelas karena nilai-nilainya.  yang satu punya hobbi mengenai radio orari sementara satunya lagi memiliki minat yang tinggi tentang foto grafi. Dengan hobbinya itu mereka miniti karir menjadi profesional dibidangnya. Yang hobbi radio Orari akhirnya menjadi bos sebuah radio swasta di surabaya dan satunya lagi menjadi fotografer diharian terkemuka di jawa timur. Dari pengalaman ini teman saya berjanji untuk membiarkan anak-anaknya tumbuh dengan bakatnya dan menghindari membentuk mereka dari awal yang jauh dari talenta yang diberikan oleh Tuhan.<span id="more-34"></span></p>
<p>Teman yang lain begitu juga. Dengan falsafah bahwa anak bukan hasil produksi pabrik yang menuntuk keseragaman hasil, dia memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya untuk tumbuh sesuai dengan bakat dan minatnya tampa harus terpaksa mengikuti jejak karir orang tuanya. Dan teman ini yakin betul bahwa pendekatan inilah yang paling membantu anak-anaknya sukses dengan masa depannya.</p>
<p>Tapi ada juga  trend  parenting bertolak belakang dengan keyakinan dari teman-teman itu. Keluarga-keluarga umumnya melakukan start sedini mungkin untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Sejak playgroup/TK mereka telah dilengkapi dengan berbagai ketrampilan baik melalui sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan dengan ekstra kulikuler yang bertaraf international maupun pendidikan-pendidikan diluar sekolah baik itu berbentuk seni-budaya seperti tari, olah vokal, musik dsb maupun belajar metode-metode instan untuk menjadikan mereka superkid yang berbeda dari kebanyakan anak. Dengan situasi seperti itu, mereka tidak jarang harus mengorbankan waktu bermainnya karena seharian harus menyelesaikan seluruh agenda kegiatan karena anggapan orang tua bahwa semua itu akan menjadikan mereka  lebih siap pada saatnya nanti.  Tapi apakah pendekatan ini membuahkan hasil ? mungkin saja.</p>
<p>Buat kita yang belum punya keluarga atau berkeluarga tapi dengan buah hati masih kecil pilihan ada ditangan masing-masing. Jadi, mau pilih yang mana?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=34&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/11/04/proses-dan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengusir kerumunan burung</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengusir-kerumunan-burung/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengusir-kerumunan-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pada prinsipnya, sebuah pengendalian populasi burung yang efisien memerlukan pemahaman tentang mengapa burung-burung itu berada ditempat tersebut dan mengidentifikasi entitas-entitas apa saja yang membuat mereka tertarik untuk bersarang ditempat tersebut. Selanjutnya bagaimana mengeliminasi entitas-entitas tersebut menggunakan metode yang cermat dan &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengusir-kerumunan-burung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=26&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya, sebuah pengendalian populasi burung yang efisien memerlukan pemahaman tentang mengapa burung-burung itu berada ditempat tersebut dan mengidentifikasi entitas-entitas apa saja yang membuat mereka tertarik untuk bersarang ditempat tersebut. Selanjutnya bagaimana mengeliminasi entitas-entitas tersebut menggunakan metode yang cermat dan logis berbasiskan karakter burung [Scare-crow Bio-acoustic system,2006 ]. Dua pendekatan umum yang digunakan untuk pengusiran atau pengendalian populasi burung adalah (1) memodifikasi lingkungan atau habitat spesies burung menjadi tidak lagi menarik atau berkarakter tidak ramah terhadap kehadiran kelompok burung tersebut dan (2) menggunakan alat pengusir burung (dispersal devices)[W. Booth, Thurman].<span id="more-26"></span></p>
<p>Secara umum metode akustik di pandang sebagai metode yang efektif meskipun rentang terhadap perubahan kebiasaan dari obyek sehingga memberikan manfaat  jangka pendek. <em>Noise detterent</em> dapat digunakan pada saat pengusiran menjadi bagian yang signifikan. Misalnya dapat digunakan alat-alat  yang dapat mengeluarkan suara dengan pola acak pada frekuensi dan intensitas yang berbeda-beda untuk menghadirkan gangguan yang bersifat berulang-ulang. Alat-alat semacam ini dapatlah berupa whistles, sirens, firecrackers, recorded distress atau predator calls, dan automatic exploders. Sebuah survei yang telah dilakukan oleh <em>Scare-crow Bio-acoustic system</em> membuktikan bahwa pemutaran berulang-ulang distress call melalui alat yang berkualitas dan dioperasikan oleh orang yang berpengalaman mampu memberikan hasil yang bagus dalam program pengusiran.</p>
<p>Studi awal mengenai pengusirang burung menggunakan metode akustik pernah dilakukan di indonesia untuk mengatasi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bird_strike" target="_blank"><em>bird strike</em></a> di area bandara udara (airport area)[Akil, Husein A . et al,2005 ]. Konsep kunci dari metode pengusiran burung di area bandara ini adalah menggunakan prinsip pemberian sebuah bentuk gangguan yang sering digunakan untuk sistem auditori manusia yang kemudian akan diterapkan untuk mengembangkan alat pengusir melalui pembuatan suara buatan. Tentu saja pendekatan ini berpotensi tidak aman dan tidak sehat terhadap manusia misalnya untuk para pekerja yang beraktifitas disekitar bandara akibat adanya kesamaan beberapa rentang frekuensi antara manusia dan burung. Oleh karena itu dalam studi ini dua pendekatan yaitu <em>scaring manner</em> dan <em>auditory disturbance</em> akan di investigasi lebih jauh untuk mengetahui efektifitasnya dari masing-masing bila di implementasikan di lapangan.</p>
<p>Hal lain yang perlu diperhatikan dalam rangka kesuksesan program pengusiran burung bahwa ada 4 kunci keberhasilan dari program ini yaitu timing, persistence, organization dan diversity. Hal ini mengimplikasikan jika tidak ada satu metode yang memberikan hasil 100%. Karenanya, kombinasi berbagai teknik yang digunakan dalam strategi pengendalian , dipertimbangkan lebih efektif dibandingkan menggunakan satu metode meskipun model kombinasi jarang di evaluasi secara ilmiah[	Bishop, J.,2003].</p>
<p><img style="vertical-align:middle;" src="http://students.itb.ac.id/~tiyo133/bmd.jpg" alt="" width="350" height="300" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwantiyo.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwantiyo.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=26&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengusir-kerumunan-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://students.itb.ac.id/~tiyo133/bmd.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenai Jampidsus dan Jamdatun</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengenai-jampidsus-dan-jamdatun/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengenai-jampidsus-dan-jamdatun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 13:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Jampidsus dan Jamdatun Kejaksaan Agung RI, Mr. KYR dan Mr. UUS tersangkut paut dengan AS, tersangka penyuapan kasus BLBI. Bisa jadi mereka tidak terkait langsung dengan perihal persoalannya, tetapi membaca transkrip komunikasi telpon antara tuang-tuan itu dengan saudari AS membuat &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengenai-jampidsus-dan-jamdatun/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=24&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jampidsus dan Jamdatun  Kejaksaan Agung RI, Mr. KYR dan Mr. UUS    tersangkut paut dengan AS, tersangka penyuapan kasus BLBI. Bisa jadi mereka tidak terkait langsung dengan perihal persoalannya, tetapi membaca transkrip komunikasi telpon antara tuang-tuan itu dengan saudari AS membuat bertanya-tanya dimanakah etika dan integritas  para pejabat publik sebagai pilar keadilan di negeri ini. Baca saja petikan percakapan mereka melalui telpon berikut ini:<span id="more-24"></span></p>
<p>[Percakapan Mr. KYR vs AS]</p>
<blockquote><p><em>AS (A): Halo.<br />
KYR (K): Halo.<br />
A: Ya, siap.<br />
</em><span style="color:#3366ff;"><em>K: Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe.<br />
A: Good, very good.<br />
K: Jadi tugas saya sudah selesai.<br />
A: Siap, tinggal…</em></span><em><br />
K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi.<br />
A: Bagus itu.<br />
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?<br />
A: Aaah Rakyat Merdeka, nggak usah dibaca.<br />
K: Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya…<br />
A: Sama ini mas, saya mau informasikan.<br />
K: Yang mana?<br />
</em><span style="color:#3366ff;"><em>A: Masalah si Joker.<br />
K: Ooooo nanti, nanti, nanti.</em></span><em><br />
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang.<br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">K: Nanti, nanti, tenang saja.</span></em><em><br />
A: Selasa saya ke situ ya…<br />
</em><span style="color:#3366ff;"><em>K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah<br />
ada pesan dari sana. Kita…</em></span><em><br />
A: Iya sudah.<br />
K: Sudah sampai itu.<br />
A: Tapi begini Bang…<br />
</em><span style="color:#3366ff;"><em>K: Jadi begini, ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam<br />
perencanaan.</em></span><br />
<strong><em>Sumber detik.com</em></strong></p></blockquote>
<p>Sanggahan Mr. KYR:</p>
<blockquote><p><em><br />
Kemas sendiri pernah mengatakan percakapan tersebut terjadi karena dirinya pernah diminta Artalyta untuk memberitahu jika sudah ada keputusan soal penyelidikan BDNI. Kemas membantah telepon pemberitahuan dari dirinya adalah untuk meminta imbalan dari Artalyta.Penggunaan istilah joker oleh Kemas dan Arthalyta memang mengindikasikan kedekatan antara keduanya. Akan tetapi dalam pemeriksaan itu Kemas mengaku baru dua kali bertemu dengan Arthalyta di Gedung JAMPidsus. “Dia membantah keakraban tersebut dengan bukti bahwa setelah Arthalyta ditangkap, dia tidak dihubungi,” katanya.</em></p></blockquote>
<p>[Percakapan Mr. UUS vs AS]</p>
<blockquote><p><em>AS (A) : Halo …</em><em><br />
</em><em> UUS (U) : Ya.</em><em><br />
</em><em> A : Mas, aku nih Ayin.</em><em><br />
</em><em> U: Aa … gimana Yin?</em><em><br />
</em><em> A : Itu, si Urip. Tapi ini aku sudah pakai nomor telepon lain ini, aman. Ketangkep KPK di                rumah.</em><em><br />
</em><em> U : Di mana dia ketangkep?</em><br />
<em>A : Kan mau eksekusi itu kan</em><em><br />
</em><em> U : Eksekusi apa?</em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">A : Ya itu biasa, tanda terima kasih itu. Nah, terus rupanya …</span></em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">U : Terima kasih apa? Perkara apa?</span></em><em><br />
</em><em> A : Nggak ada sebenarnya nggak ada perkara apa-apa. Cuma dia kan baru terima dari, Urip …</em><em><br />
</em><em> Urip kita …</em><em><br />
</em><em> U : Iya … iya …</em><em><br />
</em><span style="color:#3366ff;"><em>A: Sekarang telepon dulu Antasari bagaimana cara ngamaninnya itu.</em><em><br />
</em><em> U : Sebentar saya telepon dulu si Ferry</em></span><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">A : Ferry sudah aku suruh Djoko, Antasari Mas.</span></em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">U : Coba-coba ya aku telepon Antasari dulu ya.</span></em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">A : Antasari dulu, ini udah, Ferry sudah.</span></em><em><br />
</em><em> U : Urip sudah ama polisi? Darimana duit itu?</em><em><br />
</em><em> A : Dari aku</em><em><br />
</em><em> U : Hah!</em><em><br />
</em><em> A : Mas, jawab apa si Urip ya?</em><em><br />
</em><em> U : Ya, bilang aja nggak ada kaitannya kok. Dia kan gratifikasi belum waktunya, belum satu</em><em><br />
</em><em> bulan kok. Gitu loh caranya.</em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">A : Itu bilang aja dari anakku, nggak ada keterkaitan kan?</span></em><em><br />
</em><em><span style="color:#3366ff;">U : Iya bilang aja begitu. Tapi klop nggak sama si anu, si, si, apa namanya si Urip.</span></em><em><br />
</em><em> A : Ya makanya, si U ngomong-nya gitu </em><em>nggak? Bilang aja dari Agus ya.</em><em><br />
</em><em> U : Iya.</em><em><br />
</em><em> A : Ajudan.</em><em><br />
</em><em> U : Oh, jangan. Dia ngomong saya anu kok, anaknya sakit opo-opo, kan bisa aja.</em><em><br />
</em><em> A : Telepon aja ya. 0813xxxxxx</em><em><br />
</em><em> U : Siapa itu?!</em><em><br />
</em><em> A : Urip.</em><em><br />
</em><em> U : Yah, ndak mungkin lah Urip kan dimonitor.</em><em><br />
</em><em> Nggak, dikasih berapa duitnya itu?</em><em><br />
</em><em> A : Enam, ehmm, 660 ribu.</em><em><br />
</em><em> U : 60 ribu?</em><em><br />
</em><em> A : 660 ribu.</em><em><br />
</em><em> U : 660 ribu?! Berarti sekitar empat miliar?</em><em><br />
</em><em> A: Enam M.</em><em><br />
</em><em> U : Lailahaillalah… (ekspresi kaget..)</em></p>
<p><em><strong>Sumber: Republika</strong></em></p></blockquote>
<p>Sanggahan Mr. UUS:</p>
<blockquote><p><em>Untung menuturkan, dirinya memang mengenal Arthalita Suryani saat menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung. Namun secara etika profesi, Untung menegaskan, dirinya tidak pernah menjual kewenangannya kepada pihak-pihak lain. Buktinya, saat ia menjabat sebagai Direktur Penyidik pada Jampidsus, berkas perkara penyidikan kasus dugaan korupsi BLBI pada BDNI dengan tersangka Syamsul Nursalim siap untuk dilimpahkan ke pengadilan.Untung membantah isi rekaman pembicaraannya sendiri dengan Arthalita. Ia membantah telah membuat skenario penangkapan Arthalita oleh Kejagung dalam rangka untuk mengamankan Arthalita.<br />
Menurut Untung, Kejagung saat itu memang ingin menangkap Arthalita karena Jaksa Urip yang menerima suap telah ditangkap oleh KPK tetapi Arthalita sebagai pemberi suap belum ditahan oleh KPK.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Sebenarnya saya berharap mereka mundur sebagai jaksa dengan penuh kesadaran atas dasar hati nurani dan pelanggaran etika sebagai penegak hukum. Tidak mutar-muter berdalih dan bersembunyi demi nama baik yang sering di identikkan demi hukum. Dengan berani mundur mereka telah berjasa luar biasa terhadap bangsa ini dalam menemukan dan menumbuhkan sikap-sikap yang dilandasi hati nurani sebagai roh integritas pejabat publik. Sesuatu yang semakin langka di negeri ini. Saya yakin, rakyat tidak akan mencerca mereka tapi sebaliknya angkat topi dan akan dikenang selalu sebagai pengalaman luar biasa yang mengisi lembaran sejarah bangsa Indonesia. Ok, kita tunggu aja perkembangannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwantiyo.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwantiyo.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=24&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/20/mengenai-jampidsus-dan-jamdatun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Poligami, dari sudut pandang perempuan</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/20/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/20/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 07:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Poligami, topik yang menimbulkan pro dan kontra di negeri ini. Meskpun demikian, tak jemu-jemu juga orang membicarakan meskipun masing-masing telah berdiri dengan pendirian dan dasar-dasar pemikirannya. Tapi ada yang menarik, minimal buat saya pribadi, beberapa pertanyaan kritis di novel &#8221; &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/20/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=20&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Poligami, topik yang menimbulkan pro dan kontra di negeri ini. Meskpun demikian, tak jemu-jemu juga orang membicarakan meskipun masing-masing telah berdiri dengan pendirian dan dasar-dasar pemikirannya. Tapi ada yang menarik, minimal buat saya pribadi, beberapa pertanyaan kritis di novel &#8221; <a href="http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_terlaris_full&amp;id=7132" target="_blank">Catatan  Hati Seorang Istri</a>&#8221; mengenai poligami yang sempat saya temukan. Novel ini merupakan hasil wawancara dan observasi dari sang penulis, Asma Nadia, kepada beberapa perempuan dan hasil pengalaman pribadi Asma Nadia mengenai rumah tangga dan segala perniknya dari sudut pandang para istri/wanita. Karenanya,  beberapa renungan dan pertanyaan berikut ini seolah mewakili sudut pandang kaum perempuan yang menurut saya perlu di renungkan oleh  siapapun.<span id="more-20"></span></p>
<blockquote><p>Pertama, kebahagian dengan istri kedua belum tentu&#8230;karena tidak ada jaminan untuk itu. Apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu. Hubungan sebelum pernikahan yang sepertinya indah, belum tentu akan terealisasi indah. &#8230;.Sementara luka hati istri pertama sudah pasti, dan itu akan abadi</p>
<p>Apakah para lelaki yang berpoligami, mereka yang beralasan menikah dalam kerangka sunnah Nabi atau alasan mulia lain, pernah sekejab saja merenung bahwa tindakan mereka telah menggoreskan tidak hanya luka yang coba diobati oleh para perempuan, tetapi juga stempel baru yang tidak mengenakkan bagi istri pertama?</p>
<p>Perempuan yang menempuh banyak pengorbanan agar bisa bersama lelaki yang dulu mendatangi mreka dengan kalimat-kalimat penuh bunga</p>
<p>Perempuan yang menyertai mereka di awal perkawinan, ketika perkejaan suami belum lagi mapan</p>
<p>Perempuan yang telah melahirkan dan membesarkan anak-anak dengan baik hingga menjadi sosok yang membanggakan</p>
<p>Perempuan yang telah menghabiskan kemudaan dan kecantikannya dalam bakti, cita dan keikhlasan bertahun-tahun hingga suami mereka sampai pada posisi sekarang</p>
<p>Katakan jika saya salah, tidak kah setelah semua yang mereka lakukan, seharusnya mereka dimuliakan?</p>
<p><em>&#8220;Tetapi dengan menikah lagi suami berusaha memuliakan istri tuanya Asma,,,,hingga mudah mendapatkan surga!&#8221;</em></p>
<p>Tetapi apakah dimadu dan menjadi istri tua, merupakan jalan satu-satunya untuk mendekatkan perempuan (yang telah menghabiskan tahun-tahun dalam kepatuhan dan bakti itu) pada surga?</p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwantiyo.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwantiyo.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=20&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengangkat Benda dengan Suara</title>
		<link>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/mengangkat-benda-dengan-suara/</link>
		<comments>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/mengangkat-benda-dengan-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 06:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwantiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iwantiyo.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Kedengarannya aneh, bagaimana mungkin suara yang hanya bisa didengar tetapi tidak tersentuh dan tercium bisa mengangkat benda. Tetapi fenomenanya memang demikian dan metode ini sering disebut dengan acoustic levitation. Prinsipnya adalah suara yang dihasilkan digunakan untuk mengimbangi gaya gravitasi dari benda &#8230; <a href="http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/mengangkat-benda-dengan-suara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=19&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.rsc.org/ejga/LC/2007/b706997a-ga.gif" alt="" width="149" height="189" />Kedengarannya aneh, bagaimana mungkin suara yang hanya bisa didengar tetapi tidak tersentuh dan tercium bisa mengangkat benda. Tetapi fenomenanya memang demikian dan metode ini sering disebut dengan <em>acoustic levitation</em>. Prinsipnya adalah suara yang dihasilkan digunakan untuk mengimbangi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gravitasi" target="_self">gaya gravitasi</a> dari benda yang ingin di angkat. Karena gaya itulah yang menyebabkan benda tetap berpijak dari bumi biarpun di lempar sejauh mungkin keatas maka alhasil benda tersebut akan jatuh juga ke bawah. Jika tidak ada gaya ini maka semua benda termasuk kita bisa melayang diatas bumi, persis seperti para astronot ketika beraada diluar angkasa.<span id="more-19"></span></p>
<p>Munculnya fenomena ini diawali dengan karakter dasar gelombang suara. Sebuah suara yang dibangkitkan memerlukan  medium propagasi yang <em>compressable</em> berupa fluida. Medium disini dapat berupa gas/udara atau cair misalnya air. Karena itu, suara tidak akan pernah terdengar di ruang yang hampa.Selama terjadi propagasi suara medium tersebut mengalami kompresi sehingga menghasilkan daerah dengan   tekanan tinggi  dan refraksi/ekpansi dimana muncul daerah dengan  tekanan tinggi. Dengan demikian, acoustic levitation menggunakan suara yang merambat melalui fluida, umumnya gas/udara untuk memberikan gaya penyeimbang yang berlawanan arah dengan gaya gravitasi.</p>
<p>Munculnya bagian dengan tekanan tinggi dan bagian dengan tekanan rendah inilah yang dimanfaatkan <em>levitator, </em>sistem yang memanfaatkan <em>acoustic levitation</em><em>, </em> untuk mangangkat sebuah benda.  Kondisi semacam ini hanya dapat dihasilkan bila dapat dibangkitkan sebuah gelombang berdiri (<em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Standing_wave">Standing Wave</a></em>). Untuk itu sebuah sistem <em>levitator</em> dilengkapi dengan transducer yang berfungsi sebagai pembangkit gelombang suara dan reflektor untuk merefleksikan suara pada sudut tertentu. Interferensi antara  suara yang dibangkitkan oleh transducer dengan suara yang direfleksikan oleh reflektor inilah yang akan membentuk gelombang berdiri.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="vertical-align:baseline;" src="http://it-day.ru/article/wp-content/uploads/2008/01/acoustic-levitation-2.jpg" alt="" width="350" height="400" /></p>
<p>Ketika gelombang berdiri terbentuk maka akan muncul zona dengan tekanan rendah (<em>node</em>) dan zona dengan tekanan tinggi(<em>antinode</em>). Jumlah node dan antinode yang muncul tergantung dari panjang gelombang atau  frekuensi suara yang digunakan dan jarak antara transducer dan reflektor.  Untuk mendapatkan node dan antinode yang stabil, jarak  antara transducer dan reflektor haruslah <strong>n</strong> kali dari setengah panjang gelombang dari suara yang dibangkitkan oleh transducer. Sebagai contoh, jika suara yang dibangkitkan memiliki frekuensi 16.7 KHz maka suara ini akan memiliki panjang gelombang sekitar 20.3 mm. Dengan demikian jarak antara transducer dan reflektor adalah minimal 10,15 mm.  Umumnya untuk mendapatkan potensi akustik levitansi yang besar jarak antara transducer dengan reflektor dibuat lebih lebar untuk menghasilkan node yang lebih banyak. Di node-node inilah, yang juga sering disebut sebagai sumur(well), sebuah benda dapat melayang. Pada kenyataannya memang benda tersebut melayang tidak tepat di daerah node tetapi sedikit dibawahnya kecuali kalo kita lakukan didaerah <em>microgravity </em>seperti di angkasa luar.  Untuk melihat secara visual node/well yang potential yang dihasilkan dapat dilihat kontur-kontur node dari gambar dibawah, hasil perhitungan <em>Xie</em> dan <em>Wei</em>.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://students.itb.ac.id/~tiyo133/well.jpg" alt="" width="300" height="320" /></p>
<p>Agar levitator sukses mengangkat benda, ukuran dari benda juga perlu diperhatikan. Benda-benda yang memiliki dimensi lebih besar dari 2/3 panjang gelombang suara yang dihasilkan akan sulit untuk diangkat. Disamping itu, berat benda (baca:  massa benda) juga perlu diperhitungkan apakah tekanan dan medan suara yang dihasilkan telah cukup untuk melawan gaya gravitasi dari benda itu sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai nilai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bond_number" target="_blank">Bond Number</a> yang tidak boleh terlalu rendah untuk menghindari turunnya tekanan dari fluida terhadap permukaan benda yang diangkat.</p>
<p>Saat ini, aplikasi dari <em>acoustic levitation</em> banyak  dimanfaatkan dalam bidang chemical analysis, manufaktur komponen-komponen micro electronic, atau aplikasi-aplikasi yang membutuhkan non-reaktif dan non-destruktif selama pemindahan obyek kerja.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iwantiyo.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iwantiyo.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iwantiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iwantiyo.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iwantiyo.wordpress.com&amp;blog=3795629&amp;post=19&amp;subd=iwantiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iwantiyo.wordpress.com/2008/06/18/mengangkat-benda-dengan-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddb52bbc8e32b72c90eaed5f49cd468?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">iwantiyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.rsc.org/ejga/LC/2007/b706997a-ga.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://it-day.ru/article/wp-content/uploads/2008/01/acoustic-levitation-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://students.itb.ac.id/~tiyo133/well.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
