Ruang yang tersisa

Alam telah banyak bercerita kepada manusia, memberitahu semua hukum-hukum yang penuh keniscayaan. Siapapun yang hidup menyatu dan tak terlepas dari ikatan alam semesta maka hukum-hukum itu mengikat dan berlaku dalam berbagai aspek kehidupan. Akhirnya telah menjadi wajar, ketika pohon makin tinggi maka dia harus siap untuk menerima hembusan angin yang makin kencang. Dia harus lebih kuat dari sebelumnya karena pohon tidak memiliki hak dan kemampuan untuk menurunkan dasyatnya hembusan angin sehingga dia tidak tumbang. Hanya satu yang bisa dia lakukan yaitu mengokohkan jiwa raganya melalui akar-akarnya, batang, cabang, ranting dan semua yang dimilikinya.

Sebagai anak manusia yang telah berjalan sekian lama dibumi ini sudah sepatutnya menyadari dan mengambil semangat yang sama. Untuk tidak bermimpi memiliki kekuatan mengendalikan badai kehidupan yang ada tapi lebih berkonsentrasi meningkatkan kapasitas diri sehingga siap menghadapi situasi yang ada. Maka hanya ada ruang yang tersisa buat kita yaitu berusaha dan berdoa. Lalu berusaha dan berdoa. selanjutnya penyerahan diri atas segala yang telah dan sedang terjadi dengan penuh kesyukuran.

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Ruang yang tersisa

  1. Blog baru…

    Topik yang dibahas opo yo?
    Kurang provokatif, hehehe.

    iyo…nek masalahtulisan provokatif gak ngalahno wong mojokerto:D. Anyway thanks sudah berkenan mengunjungi blogku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s