Persiapan masa depan…

Teman saya bercerita tentang dua temannya yang saat ini sukses (baca: kaya dan hidup berkecukupan). Temannya itu adalah teman sekelas ketika sekolah. Waktu itu oleh kebanyakan orang, keduanya dikategorikan orang yang “tidak” terlalu sukses dalam mengikuti pelajaran dan terhitung sering mendapat ancaman tidak naik kelas karena nilai-nilainya.  yang satu punya hobbi mengenai radio orari sementara satunya lagi memiliki minat yang tinggi tentang foto grafi. Dengan hobbinya itu mereka miniti karir menjadi profesional dibidangnya. Yang hobbi radio Orari akhirnya menjadi bos sebuah radio swasta di surabaya dan satunya lagi menjadi fotografer diharian terkemuka di jawa timur. Dari pengalaman ini teman saya berjanji untuk membiarkan anak-anaknya tumbuh dengan bakatnya dan menghindari membentuk mereka dari awal yang jauh dari talenta yang diberikan oleh Tuhan.

Teman yang lain begitu juga. Dengan falsafah bahwa anak bukan hasil produksi pabrik yang menuntuk keseragaman hasil, dia memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya untuk tumbuh sesuai dengan bakat dan minatnya tampa harus terpaksa mengikuti jejak karir orang tuanya. Dan teman ini yakin betul bahwa pendekatan inilah yang paling membantu anak-anaknya sukses dengan masa depannya.

Tapi ada juga  trend  parenting bertolak belakang dengan keyakinan dari teman-teman itu. Keluarga-keluarga umumnya melakukan start sedini mungkin untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Sejak playgroup/TK mereka telah dilengkapi dengan berbagai ketrampilan baik melalui sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan dengan ekstra kulikuler yang bertaraf international maupun pendidikan-pendidikan diluar sekolah baik itu berbentuk seni-budaya seperti tari, olah vokal, musik dsb maupun belajar metode-metode instan untuk menjadikan mereka superkid yang berbeda dari kebanyakan anak. Dengan situasi seperti itu, mereka tidak jarang harus mengorbankan waktu bermainnya karena seharian harus menyelesaikan seluruh agenda kegiatan karena anggapan orang tua bahwa semua itu akan menjadikan mereka  lebih siap pada saatnya nanti.  Tapi apakah pendekatan ini membuahkan hasil ? mungkin saja.

Buat kita yang belum punya keluarga atau berkeluarga tapi dengan buah hati masih kecil pilihan ada ditangan masing-masing. Jadi, mau pilih yang mana?

4 Comments

Filed under Uncategorized

4 responses to “Persiapan masa depan…

  1. Pokoknya diarahkan, pokoknya diarahkan.. sesuai bakat dan cita-citanya, tapi diarahkan. Pokoknya diarahkan😀

  2. yenarosa

    kalo aku, kasi mereka kebebasan memilih yang mereka suka. asal bener, dan harus tetap terus diawasi.

  3. okta

    setuju yang mana, wan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s