Satu pertanyaan , berbagai jawaban

Biarpun bergenre humor, sebuah pertanyaan tentang “Kenapa ayam menyeberang jalan?” dengan berbagai jawaban yang diperoleh menarik untuk disimak. Jawaban mana yang benar menjadi tidak penting karena masing-masing jawaban mewakili siapa dan bagaimana pandangan mareka mengenai sebuah persoalan yang sama. Humor ini saya kutip dari sebuah milis alumni. Sengaja di posting di blog ini karena biarpun humor menurut saya relevan dan menarik dalam membantu memahami kenapa begitu ruwet bangsa ini dalam menjawab persoalan bangsa yang itu-itu aja. Tahu kan persoalan bangsa yang itu-itu aja?

Kenapa Ayam Menyeberang Jalan?

Jawaban dari:

Guru TK: Supaya sampai ke ujung jalan.

PLATO: Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

POLISI: Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

ARISTOTELES: Karena merupakan sifat alami dari ayam.

MARTIN LUTHER KING, JR: Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskansemua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

MACHIAVELLI: Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang
peduli kenapa! Akhir dari penyeberanganlah yang akan menentukan
motivasi ayam itu.

FREUD: Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu
menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

GEORGE W.BUSH: Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! kami
cuma ingin tahu apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apakah
dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

DARWIN: Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah
melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami
tereliminasi dengan menyeberang jalan.

EINSTEIN: Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak
dibawah ayam itu? Itu semua tergantung pada sudut pandang kita
sendiri.

NELSON MANDELA: Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa
menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati.

THABO MBEKI: Kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi
antara ayam dan jalan
.

ISAAC NEWTON: Semua ayam di bumi ini akan menyeberang jalan secara
tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang
seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak
seimbang dari arah berlawanan.

LB. MOERDANI: Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

SUTIYOSO: Itu ayam pasti ingin naik busway.

SOEHARTO: Ayam-ayam mana yang hendak menyebrang, tak gebuk semua! Kalo
perlu disukabumikan saja.

HARMOKO: Ayam menyeberang jalan itu sudah sesaui dengan petunjuk dari
Bapak presiden.

HABIBIE: Ayam menyeberang jalan karena ayam bukan pesawat terbang yang
bisa terbang.

Desi Ratnasari: No comment!

Julia Perez: Memangnya kenapa kalau ayam itu menyeberang jalan? Karena
sang jantan ada disana, daripada sang betina sendirian diseberang
sini, yaaahhhh dia kesana laahh…cape kan pake alat bantu terus?

BUNG KARNO: Memangnya kenapa kalau ayam itu menyeberang jalan? Karena
sang betina ada disana, punya betina banyak kan boleh2 saja.

Roy Marten: Ayam itu kan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf..

MEGAWATI: Ayamnya pasti wong cilik. Dia jalan kaki toh.

Gus Dur: Kenapa ayam menyeberang jalan? Ngapain dipikirin! Gitu aja
kok repot!

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s